Pelayanan Bank 9 Jambi Dikeluhkan, Kades: Tarik Dana Desa, Jumlah Uang Sering Kurang


INDOJATIPOS.COM, SUNGAIPENUH -Pelayanan Bank 9 Jambi dikeluhkan sejumlah kades. Pasalnya, Dana Desa yang dicairkan melalui Kantor bank daerah Jambi sering tak cukup. Sebab uang yang ditarik oleh desa melalui teller sering kurang dari jumlah yang seharusnya.

Kejadian tidak hanya satu kali, namun kekurangan uang tersebut terjadi sampai Dua ketika melakukan penarikan di bank 9 Jambi.

“Untuk kejadian yang pertama kurang Rp 50 ribu, dan yang kedua kekurangannya sebesar Rp 400 ribu,”ungkap salah seorang kades yang namanya tidak mau ditulis, pada Senin (04/10).

Informasi yang didapatkan, berkurangnya jumlah dana saat penarikan tersebut, tidak hanya terjadi pada satu nasabah saja. Namun beberapa kades lainnya juga mengalami hal serupa.

Baca Juga  Popda, Silat Sungaipenuh Sumbang Dua Perunggu

“Kekurangannya bervariasi. Ada yang kurang sebanyak Rp 50 ribu sampai Rp.500 ribu. Hanya saja banyak yang enggan melapor, lantaran jumlah kekurangannya tidak banyak. Padahal sudah berulang-ulang,”ucap kades lainnya.

Dia sendiri, sudah melaporkan ke pihak bank terkait kekurangan tersebut, dan pihak bank meminta sejumlah bukti diantaranya kertas pengikat uang. Namun setelah melengkapi bukti, tetap saja kekurangan tersebut tidak diganti oleh pihak bank, dengan alasan penarikan sudah lama dilakukan.

“Saya mengakui ada kesalahan bendahara ketika melakukan penarikan, lantaran tidak melakukan penghitungan di depan petugas. Namun pihak bank juga harus lebih teliti lagi,” tegasnya.

Pihak bank lanjutnya, mengaku sebagian besar dana berasal dari bank lain. Karena jumlahnya yang banyak, tidak memungkinkan dilakukan penghitungan ulang.

Baca Juga  Tangan Dingin Budi Setiawan Sukses Antarkan Atlet Jambi Bertabur Prestasi

“Karena bank juga tidak sempat menghitung ulang dana yang berasal dari bank lain. Ke depan, jika ingin melakukan penarikan harus dihitung ulang di depan teller,” katanya lagi.

Selain jumlahnya yang kurang, penarikan uang di bank Jambi juga sering terdapat uang rusak. Ini mengindikasikan bahkan pihak bank juga tidak teliti.

“Kemarin ada lima lembar pecahan Rp 50 ribu yang rusak dan putus, namun sudah ditukar dengan uang baru. Jika petugas melakukan pengecekan atau penghitungan ulang, harusnya uang tersebut tidak sampai lolos dan diberikan kepada nasabah,” tambahnya lagi.

Kepala desa lainnya, saat dikonfirmasi juga membenarkan bahwa dana yang ditarik di bank Jambi sering kurang dari jumlah yang seharusnya. “Saya kemarin kekurangannya Rp 100 ribu,” beber kades.

Baca Juga  Tim Basket Putri Sungaipenuh Tumbangkan Sarolangun 14-6

Dia berharap kepada petugas Bank 9 Jambi untuk dapat lebih teliti lagi dalam mencairkan Dana Desa. “semoga kejadian ini tidak terulang kembali. Untuk itu nasabah maupun pegawai bank, harus sama-sama teliti saat melakukan transaksi,”harapnya.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank 9 Jambi Sungai Penuh, saat dikofirmasi terkait hal tersebut melalui WhatAppsnya pada Selasa (05/10/2021) belum ada tanggapan. (rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.