Walikota Sungaipenuh Surati BPH Migas, Terkait Sistem di SPBU Tidak Ada Pelayanan UMKM


INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh– Terkait keluhan pelaku UMKM, Rice Miling, pemilik mesin bajak sudah seminggu tak dapat mengisi BBM jenis solar di SPBU Kota Sungai Penuh nomor 24.371.20, karena aturan aplikasi dikeluarkan oleh BPH Migas harus menggunakan nomol polisi (BH mobil).

Walikota Sungaipenuh Ahmadi Zubir sudah mendapat laporan tersebut. Saat ini, tengah mempersiapkan surat yang akan ditujukan ke pihak BPH Migas.

“Rata-rata masyarakat Kota Sungai Penuh adalah petani, UMKM, dan rice miling. Maka dari itu, jika pemik rice miling tidak dapat minyak solar, tentu produksi beras kita berkurang. Hargapun akan naik, apalagi dalam bulan suci ramadan ini,” ungkap Walikota Ahmadi kepada media indojatipos.com, Sabtu (2/4/2022).

Baca Juga  Walikota Ahmadi Lepas Jama'ah Calon Haji Kota Sungai Penuh

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah kota akan berkoodinasi dengan BPH Migas untuk aturan pembelian minyak solar oleh UMKM dengan aplikasi. “Tentu tidak semua UMKM punya mobil, ini akan kita surati BPH Migas, supaya aturan dirubah,” tegas Ahmadi, yang juga kades PDI Perjuangan Provinsi Jambi ini.

Menurut keterangan pihak SPBU Pelayang Raya 24.371.20 Syahdiah, kebutuhan solar di SPBU nya dari pertamina sudah ditambah.

“Minyak solar subsidi kami SPBU hanya untuk melayani kenderaan dengan ada nomor polisi, bukan untuk jerigen,” ungkap Syahdiah.

Nah, jadi pertanyaan, jika pelaku UMKM, pemilik rice milling tidak boleh membeli BBM Subsidi solar. Lantas dengan cara apa, sementara undang-undangan tahun 1946 kesejahteraan dan kepentingan masyatakat kalangan menengah kebawah harus di dahulukan. Dari pada mengutamakan kentingam pihak menengah ke atas.

Baca Juga  Ketua TP-PKK Herlina Ahmadi : Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan Usia Dini

Jika rice milling tidak bisa dilayani pakai jerigen, mana mungkin mereka bawa mesin hellernya ke SPBU…?, Sementara tidak bisa dilayani juga dilayani, karena SPBU hanya bisa melayani harus meng input Nomor Polisi (Nopol).

Untuk diketahui, Kota Sungaipenuh dan Kerinci Sumber daya alamnya adalah pertanian. Dan penghasil padi terbanyak di Provinsi Jambi. Berbeda dengan daerah Sarolangun, Bungo, Merangin memiliki kawasan industri terbanyak.(rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.