Nah, Wali Nagari Tapan Diduga Tilap Gaji & Tunjangan Staf


INDOJATIPOS.COM, Tapan– Gagalnya pembinaan yang dilakukan Camat Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Meskipun sudah dipangil dan peringatkan kepada Wali Nagari bahwa perbuatan wali nagari menyalahi peraturan pada tahun 2020-2021. Namun Iniswati Wali Nagari Tapan tetap melakukan hal sama tanpa mengindahkan pembinaan Camat tersebut hingga sampai Empat Tahun berturut-turut Tilap Gaji dan Tunjangan Staf Nagarinya.

Aflizen Camat Basa Ampek Balai Tapan ketika dikonfirmasi menerangkan, memang persoalan wali nagari ini sudah ada penyelesaian dengan stafnya itu. Untuk informasi lebih lanjut saya juga belum mendapat kabar dari wali nagari sesuai janji penyelesaian pembayaran gaji yang belum dibayar itu, mungkin belum di di bayarkan oleh wali nagari sehingga persoalan melebar.

“Sebelumnya tahun 2020-2021 memang sudah ada laporan dari salah seorang staf nagari, sehingga Saya selaku Pembinaan sudah saya panggil dan di nasehati wali nagari tersebut namun masih juga terjadi hal yang sama sampai sekarang,” kata camat.

Secara aturan memang hal tersebut sudah melanggar peraturan namun alasan wali nagari gaji yang tidak dibayar itu, dibagikan kepada staf yang lain karena tidak ada anggaran dari anggaran Nagari, mungkin ada kesepakatan sehingga Gaji dan tunjang di potong

Dari berita yang berkembang di tengah masyarakat bahwa wali nagari tega mentilap gaji stafnya apalagi Dana Desa yang lumayan besar dan KPA (Kuasa Pengunaan Anggaran) nya adalah Wali Nagari itu sendiri, kuat dugaan bahwa Dana Desa Nagari Tapan juga ditilap.

“Sedangkan Gaji Staf saja tilapnya apalagi Dana Desa yang lebih besar jangan-jangan Dana Desa itu yang banyak dipergunakan untuk pribadi nya soal nya kita selaku masyarakat kurang mengerti sistim di nagari ini,”keluhan salah seorang Warga setempat yang enggan ditulis namanya.

Hal tersebut diperkuat dengan berita di www.canangnews.com “Wali Nagari Tapan Diduga Kuat, Tilap Gaji dan Tunjangan Perangkat”

Wali Nagari Tapan di Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Iniswati diduga kuat menilap gaji dan tunjangan perangkatnya, pasalnya hingga saat ini uang yang bukan haknya itu tak kunjung dibagikan.

Hal itu diperkuat oleh dokumen berita acara yang ditandatangani pada Rabu, 23 Maret 2022 oleh bersangkutan. Dua dari empat poin pada berita acara tersebut tertulis, “saudara Riko dan saudara Feri menuntut untuk dibayarkan kekurangan gaji selama mereka tidak dipanggil masuk kantor dari tahun 2018 sampai 2021 sebanyak delapan bulan”.

Selanjutnya, “Wali Nagari Tapan siap membayar / memenuhi tuntutan dari saudara Riko dan saudara Feri dengan syarat menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai sebelumnya”.

Sebagai penguat berita acara ini juga ditandangani oleh Camat Basa Ampek Balai Tapan, Aflizen, dan Niniak Mamak setempat, Afrizal.

Hanya saja, meski penandatangan berita acara itu telah dilakukan terhitung dua minggu per hari ini, namun hak perangkatnya juga belum dibayarkan oleh wali nagari dimaksud.

Salah seorang staff, Riko, dengan tegas menyebut bahwa selain gaji, tunjangannya pun juga tidak pernah dibayarkan dari 2018 sampai 2021.

“Kalau gaji ada sekitar delapan bulan yang belum dibayar, sementara tunjangan memang tidak pernah dibayarkan sama sekali sejak 2018,” kata dia.

Sebelumnya, ketika hal itu ditanyakan langsung kepada Wali Nagari Tapan, Iniswati, ia menyebut bahwa gaji yang belum dibayarkan masuk ke dalam dana Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SilPA).

Sementara tunjangan perangkat yang dipotong dialihkan untuk membayar gaji perangkat tambahan yang ia angkat sendiri, tanpa adanya instruksi dari kabupaten.

“Saya kan orang politik, saya perlu mempertahankan konstituen dengan menjadikan diantara mereka sebagai perangkat,” kata dia.

Hanya saja ketika awak media meminta tanda bukti bahwa gaji yang belum dibayarkan masuk ke dana SiLPA, yang bersangkutan tidak bisa memperlihatkannya.

Begitu juga dengan dokumen bahwa tunjangan yang dipotong dialihkan untuk gaji perangkat yang diangkat tanpa ada petunjuk yang jelas dari kabupaten, ia juga tidak bisa memperlihatkannya. (red)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.