Terkuak, Vonis Ringan Terdakwa Galian C Ilegal Disinyalir Adanya Transaksi “Bawah Meja”


INDOJATIPOS.COM, Kerinci, – Kasus Galian C illegal di Kabupaten Kerinci saat ini telah tuntas dalam arti kata proses persidangan telah selesai dimana vonis ditetapkan 2 bulan hukuman percobaan dan saat ini 7 terdakwa telah bebas.

Namun, dari proses awal sampai keluar hasil putusan pengadilan Negeri Sungai Penuh melahirkan cerita baru dimana salah seorang pemilik lahan galian C Kerinci membeberkan adanya dugaan praktik permainan uang dalam kepengurusan kasus galian C Kabupaten Kerinci tahun 2021 sampai ke tahap Pengadilan.

Tidak tanggung – tanggung, diduga ratusan juta rupiah digelontorkan oleh empat orang terdakwa kepada oknum utusan Kasi Pidum untuk kepengurusan kasus mereka sampai ke tahap Pengadilan seperti yang dikutip dari rekaman pembicaraan via Ponsel yang berdurasi 2:50 menit dengan salah seorang sumber berita.

Untuk diketahui, tujuh terdakwa galian C merupakan limpahan dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (DITTIPIDTER), Badan Reserse Kriminal (BARESKRIM) Polri, yang mana ditetapkan 7 tersangka dari 6 lokasi tambang, satu diantaranya dilimpahkan ke Polda Jambi dan selebihnya diproses di Polres Kerinci.

Baca Juga  Korban Kecewa Tuntutan JPU Terhadap Terdakwa Penganiayaan oleh Istri Anggota Dewan Kerinci

Setelah penyidikan di Polres dan Polda, para tersangka dilimpahkan ke Kejaksaan untuk dilanjut ke meja persidangan Pengadilan Negeri. Alhasil, setelah melewati tahapan persidangan, para terdakwa hanya divonis 2 bulan percobaan dan denda Rp 5 juta. Miris memang, sangat jauh dari harapan, meskipun ancaman pasal yang dikenakan 5 tahun penjara.

Dari vonis yang dijatuhkan, sangat menyita perhatian publik. Tuntutan dari JPU dan putusan Pengadilan disinyalir tidak murni lagi, supremasi hukum diabaikan. Bahkan, banyak yang menduga penegak hukum yang menangani perkara ini sudah main mata dengan para terdakwa sebelum tuntutan dan putusan. Bisa jadi adanya transaksi bawah meja untuk meringankan hukuman.

Hal itu bukan tanpa alasan, media ini mendapatkan informasi dari sumber yang membuat pengakuan mengejutkan dari salah satu pemilik tambang dan juga merupakan saksi dari terdakwa galian c tersebut.

Sumber menyebutkan bahwa dalam proses hukum di Kejaksaan hingga ke pengadilan, terdapat adanya dugaan permainan uang untuk bisa mempengaruhi keputusan dalam penuntutan dan vonis hakim terhadap para terdakwa kasus galian C ilegal.

Baca Juga  MTsN Model Sungaipenuh Diserang Pelajar SMP

Dalam rekaman tersebut sumber berita menyebutkan bahwa untuk kepengurusan lima orang terdakwa kasus galian C tahun 2021, sebelumnya mereka telah menyerahkan sejumlah uang kepada salah seorang oknum utusan Kasi Pidum untuk kepengurusan kasus mereka sampai ke Pengadilan Negeri Sungaipenuh yang bertempat di rumah salah seorang terdakwa.

“Io tetap 100 juta per lokasi, tapi lantaran Don (salah seorang terdakwa) tidak ada, jadi kita yang menalangi dulu lokasi Don, sudah dikasih seminggu yang lewat dirumah rolek dengan dihadiri oleh utusan Kasi Pidum, Terang sumber via rekaman percakapan ponsel.

“Untuk alat berat (Excavator) lanjut sumber, tetap disidangkan nanti, cuma dia yang menjamin disitu, bisa dibantu katanya,” ungkap sumber dalam rekaman percakapan Via Ponsel.

Terkait adanya dugaan praktik permainan uang dalam kepengurusan sidang putusan dakwaan kasus Galian C kabupaten Kerinci tahun 2021 dengan hasil putusan 2 bulan penjara. Mey Ziko, SH, MH Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Sungai Penuh saat dikonfirmasi diruang kerjanya Selasa 19/22 menyangkal bahwa dia tidak pernah mengutus seseorang untuk menerima uang, dan dia tidak pernah menerima uang sebanyak itu.

Baca Juga  Korban Kecewa Tuntutan JPU Terhadap Terdakwa Penganiayaan oleh Istri Anggota Dewan Kerinci

“Saya tidak pernah nyuruh anggota saya untuk pergi kerumah orang tu, dan saya tidak pernah nerima uang sebanyak itu, terang bang Ziko sapaan akrabnya.

Lebih lanjut Kasi Pidum menjelaskan bahwa dalam penetapan putusan sidang terdakwa kasus galian C Kerinci, mereka berpatokan kepada putusan sebelumnya terhadap suadar Fauzi tahun 2017, dimana terdakwa diputuskan menjalani 1 bulan penjara dan alat berat di kembalikan.

“Untuk tuntutan dakwaan kita berpatokan kepada putusan sebelumnya terhadap kasus yang sama saudara Fauzi, dimana terdakwa diputuskan 1 bulan penjara dan alat berat dikembalikan kepada terdakwa,” pungkas Kasi Pidum.

Sampai berita ini dipublish, terdakwa kasus galian C Kabupaten Kerinci tahun 2021 belum berhasil diminta tanggapannya terkait adanya dugaan permainan uang dalam kepengurusan penetapan hasil putusan sidang Pengadilan Negeri Sungai Penuh.(tim)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.