Korban Penganiayaan dan Pelaku Istri Anggota Dewan Sama sama Jadi Tersangka, Kok Bisa?


“Hakim Diminta Adil dan Tak Mudah Dipengaruhi”

INDOJATIPOS.COM, Kerinci– Masih ingat dengan kasus penganiayaan di sebuah butik Meizia Kota Sungaipenuh pada tanggal 18 Oktober 2021 lalu. Saat ini, pelaku dan korban sama-sama jadi tersangka oleh penyidik kepolisian resort Kerinci.

Pada bulan April lalu, berkas pelaku inisial K istri anggota Dewan Kerinci dari Partai Nasdem ditetapkan tersangka atas penganiayaan terhadap Y warga Pondok Tinggi, Sungai Penuh.

Kasus ini sempat dimediasi oleh Kepolisian dan hingga sampai kejaksaan Negeri Sungaipenuh, namun korban Y tidak mau.

Lantas tidak mau, perdamaian tidak putus, namun korban Y dilaporkan kembali oleh SB anggota Dewan Kerinci yang merupakan suami Tersangka K. Kasus yang dilaporkan kepada Polres Kerinci terkait pencemaran nama baik.

Yang aneh nya saat ini korban juga ditetapkan sebagai tersangka. Hingga kini berstatus terdakwa yang telah menjalani dua kali persidangan oleh Pengadilan Sungaipenuh.

Korban Y dikonfirmasi indojatipoa.com mengakui ia menjadi terdakwa bersama pelaku K.

Baca Juga  Antisipasi Kelangkaan Migor Polsek Sitinjau Laut Pantau Minyak Goreng di Toko & Grosir

“Iya, saya korban penganiayaan jadi tersangka, begitu juga dengan pelaku penganiayaan saya K juga tersangka,” kata Y.

Y juga merasa heran, dulu nya kasus ini sempat terhentikan dan hampir ada nya perdamaian.

“Akibat dari kejadian itu saya mengalami beban mental dan fisik memar -memar dan sesak nafas, dan kaki saya sulit untuk berjalan karena terkilir, terbaring dirumah tidak bisa berbuat apa apa dan tekanan batin tidak bisa menjalankan aktivitas perkerjaan saya terbangkalai.

Pada saat proses mediasi bahwa Y sudah membuka peluang untuk damai dan mengundang mereka untuk datang kerumah pada saat proses mediasi di Polres. Utusan mereka datang kerumah dan setelah sampai dirumah berbicara dengan tidak menyenangkan dengan pihak keluarga saya dan utusan mereka pada saat itu malah meminta untuk melanjutkan kasus ini dan berusaha untuk mencari senjata mereka. Dan pada saat proses mediasi dipolres mereka tidak menyanggupi untuk menganti kerugian yang yuni alami. Hingga kasus ini dilanjutkan dan suaminya sendiri untuk minta dilanjutkan kasus ini.

Baca Juga  Korupsi DD Rp 617 Juta, Mantan Kades Diamankan Polres Kerinci

“Laporan saya dari oktober 2021 sampai saat ini kurang lebih 6 bulan terombang ambing seakan saya putus asa menghadapi masalah ini. Alhamdullilah berjalan, bulan April 2021 kasus saya dapat dilimpahkan ke pihak kejaksaan Sungaipenuh,” beber Y.

Tetapi anehnya, pada saat bersamaan kasus saya dilimpahkan ke kejaksaan oleh kepolisian dan kejaksaan menetapkan saya sebagai korban penganiayaan dan juga sebagai terdakwa melangar pasal 310 KUHP tentang penghinaan terhadap pelaku yang melakukan penganianyaan kepada saya,” terang Y

Dalam hal ini, Y tidak tidak habis fikir dan bertanya tanya apakah ini dikarenakan suaminya sebagai pejabat, anggota DPRD Kerinci dan ayah pelaku penganianyaan kepada saya adalah bertugas security di pengadilan Negeri sungai Penuh?

“Apakah ada kaitannya dengan power yang dimiliki oleh mereka. Namun saya sebagai korban dan terdakwa cukup beralasan ada kekuatiran saya terhadap putusan dan Netralitas Hakim tetapi saya berharap mudah mudahan di pengadilan hakim yang menyidangkan kasus saya ini dapat bersikap seadil adilnya, agar saya tidak merasa terzolimi seperti proses saya ditetapkan sebagai tersangka yang saat ini telah di dakwakan oleh Jaksa Penuntut umum,” ungkap Y.

Baca Juga  Kaca Dump Truk Dilepar di Pulau Sangkar, Pemilik Lapor ke Polisi

Sementara Zeko kasi Pidum Kejari Sungaipenuh belum lama ini mengakui, pelaku K dan korban Y sama-sama jadi tersangka oleh kepolisian.

“Saat berkas dari kepolisian kita terima, saya menyaran kepada JPU melakukan perdamaian, namun tidak ada hasil,” kata Zeko, seraya mengatakan, penanganan kasus seorang perempuan bisa dilakukan penyelesaian kasus sesuai intruksi bapak jaksa agung.

Setelah berita ini dipublish, belum ada dapat keterangan dari pihak Pengadilan Sungaipenuh.

Harapan, hakim PN Sungaipenuh diminta netral dan berintegritas dalam persidangan kasus tersebut. Dan jangan ada intervensi dari pihak manapun, karen center kabar orang tua angkat K berkerja sebagai satpam di PN Sungaipenuh. (rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.