Pantau Pergerakan, Sepasang Harimau Sumatera Dipasang GPS Collar


Plh BTNKS Teguh Ismail: Ada 93 Harimau yang Teridentifikasi dalam Kawasan TNKS

INDOJATIPOS.COM, Kerinci – Satu ekor harimau Sumatera dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) di Kerinci, Selasa(7/6/2022). Sedangkan satu ekor harimau Sumatera ditunda pelepasan karena tim terkendala cuaca buruk dikawasan zona inti TNKS. Namun akan dilakukan pelepasan pada Selasa Rabu (8/6/2022) pagi.

Harimau yang diberi nama Surya Manggala dan Citra Kartini dari Sanctuary Harimau Barumun dibawa lewat jalur darat dari Sumatera Utara. Dari Bandara Depati Parbo kandang dan harimau diangkut menggunakan helikopter dengan metode longline. Kondisi kandang telah menyesuaikan dengan kebutuhan teknis pengangkutan menggunakan helikopter

Irzal Azhar Plt Kepala balai besar BKSDA Sumut mengatakan lokasi pelepasliaran telah disesuaikan dengan jenis satwa liar tersebut dan telah memenuhi kelayakan habitat bagi jenis harimau Sumatera.

Baca Juga  Firli Bahuri: Penyelenggara Pemilu Harus Belajar dari Filosofi Tinju

Pelepasliaran di TNKS karena karena taman kawasan TNKS sesuai yang sudah disurvei dan baru sedikit yang dilepasliarkan. Selain itu ketersediaan pakannya juga berlimpah di TNKS. Dikatakannya pelepasan dilakukan di lokasi yang berbeda dengan jarak 15 KM di lokasi titik satu dengan titik dua.

“Perjalanan Barumun Kota Nopan hingga Bukit Tinggi, lalu Ke Suriah hingga ke Sungai Penuh di Bandara Depati Parbo. Dilepasliarkan di zona inti TNKS. Kami tidak bisa menyebutkan titik koordinatnya. Lokasi sudah disurvei dan memang cocok untuk habitat harimau Sumatera, ” jelasnya Irzal.

“Yang satu ekor harimau Citra Kartini dilepas pagi Rabu karena terkendala cuaca buruk, ” tambahnya.

Baca Juga  Brakkk!! Mobil Ambulan Terguling di Muara Labuh

Berdasarkan pemeriksaan makro pada oleh tim medis Drh Anhar Lubis harimau citra Kartini dan Surya Manggala tergolong dalam kondisi sehat, dan tidak terdapat luka atau cacat fisik. Seluruh individu menunjukkan respon yang baik terhadap lingkungan serta tidak ditemukan gangguan pada pergerakan.

Irzal mengatakan pemasangan GPS Collar ini bertujuan untuk memantau pergerakan harimau sumatera pascalepasliar.

“Setelah dilepas pemantauan pergerakan harimau pasca pelepasliaran melalui GPS Collar yang terpasang. Melakukan analisa dan evaluasi secara berkala terhadap hasil pemantauan pergerakan kedua harimau dihabitat alaminya, ” ujarnya

Teguh Ismail Plh Kepala BB TNKS Kerinci menambahkan dari TNKS memang sudah lama melakukan kajian terhadap pelepasliaran harimau mencari kesesuaian habitatnya dan telah ditemukan lokasi sebagai indikator. “Dan telah kami survei lokasi Dan mempertimbangkan juga lokasi yang bisa didarati helIy, lokasi yang aman sehingga bisa sampai ke lokasi zona inti TNKS. Dan memang TNKS habitat yang aman cocok dan layak untuk harimau Sumatera” jelasnya.

Baca Juga  Firli Bahuri: Penyelenggara Pemilu Harus Belajar dari Filosofi Tinju

Dari hasil pemantauan, Teguh memastikan, jumlah harimau yang ada diwilayah TNKS Kerinci sekitar 93 ekor. “Hasil identifikasi dan pemantauan camera trap ada sebanyak 93 ekor harimau sumatera,” ungkapnya.(rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.