Korban Kecewa Tuntutan JPU Terhadap Terdakwa Penganiayaan oleh Istri Anggota Dewan Kerinci


Rahma Sriwahyuni: Tidak Ada Rasa Keadilan

INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh– Rahma Sriwahyuni (26) seorang wiraswasta Kota Sungai Penuh kecewa dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Sungaipenuh.

Pasalnya, terdakwa Ineke Dini Maulana yang merupakan istri anggota Dewan inisial SBD dari partai Nasdem hanya dituntut 2 bulan penjara oleh JPU.

Sedangkan, Rahma Sriwahyuni korban penganiayaan yang dilaporkan balik oleh Ineke terkait pencemaran nama baik dituntun 1 bulan oleh JPU, pada sidang tuntutan, Kamis (23/6/2022).

Rahma Sriwahyuni yang juga terdakwa pencemaran nama baik sebelumnya diganjar pasal 310 ayat (1) dengan ancaman 6 bulan penjara.

Sdangkan Ineke diganjar pasal 351 ayat (1) diancam 2 tahun 8 bulan penjara.

Baca Juga  MTsN Model Sungaipenuh Diserang Pelajar SMP

Rahma Sriwahyuni mengaku, rasa kecewa terhadap tuntutan JPU. Sebagai Penuntut terhadap terdakwa Ineke yang telah melakukan penganianyaan kepada saya di tuntut oleh JPU tadi, Kamis (23/6/202), selama 2 bulan. Bahwa berdasarkan pasal 351 ayat 1 KUHP ancamannya Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp4.500.

“Saya kecewa besar, saya sebagai korban penganianyaan adalah rasa tidak adil pelaku di tuntut 2 bulan, padahal saya korban mengalami kerugian luka fisik yang di buktikan dengan visum etrvertum melihat peristiwa yang telah terjadi dilihat dari Dakwaan. Kasus sebelumnya tuntutan jaksa terhadap kasus penganiayaan rata-rata diatas sepuluh bulan,” ucap Rahma Sriwahyuni kepada wartawan.

Baca Juga  MTsN Model Sungaipenuh Diserang Pelajar SMP

Terkait hal tersebut, Rahma Sriwahyuni berharap kepada yang mulia hakim Pengadilan Negeri Sungaipenuh untuk meninjau kembali untuk memvonis nanti dengan keadilan.

“Saya berharap yang mulai hakim memberi hukuman dengan seadil-adilnya,” katanya.

Sementara, Zeco Kasi Pidum Kejari Sungaipenuh menanggapi kekecewaan Rahma Sriwahyu korban penganiayaan tersebut.

“Adanya tolak ukur putusan perkara yang sama sebelumnya. Sudah adanya upaya pihak terdakwa untuk melakukan perdamaian.
Karena terdakwa masih memiliki tanggung jawab terhadap anak yang masih balita dan sedang menyusui. Terdakwa belum pernah di hukum, terdakwa sangat menyesali perbuatannya dan sopan dalam persidangan,” katanya.(tim)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.