Atasi Longsor, Kapolres Kerinci Langsung Turun ke Lokasi


INDOJATIPOS.COM, Kerinci– Jalan Nasional Lintas Kerinci Sumbar Via Tapan Longsor hingga mengakibatkan Ratusan kendaraan yang melintas tidak bisa melewati dan terjadi antrian panjang hingga puluhan kilo meter pada Kamis(14/06/2022) hingga jumat pagi.

Tingginya Curah Hujan sejak kamis sore yang di sertai angin kencang, menyebabkan sebagian jalan tertimbun longsor dan pohon tumbang.

Mendapatkan informasi adanya longsor, Kapolres Kerinci bersama PJU Polres, Personel Polres Kerinci dan Personel polsek sungai penuh lansung menuju lokasi longsor.

Di bantu oleh dinas PUPR Kota Sungai penuh menurunkan satu unit alat berat, Kapolres kerinci beserta anggota lansung melakukan evakuasi jalan yang tertimbun longsor dan pohon tumbang yang menutupi badan jalan.

Kapolres Kerinci AKBP Patria Yuda Rahadian, S.I.K., M.I.K. mengatakan peristiwa tanah longsor dan pohon tumbang terjadi di lima titik, yaitu di:

Kilometer 15 tebing longsor sepanjang +- 15 meter dan ketinggian longsor yang menutup badan jalan +- 1 meter dan Km. 16 tebing longsor sepanjang 10 meter dan pohon kayu pinus besar tumbang sehingga menutup menutup badan jalan, Km. 18 tebing longsor menutup badan jalan sepanjang 10 meter dengan ketinggian longsor yang menutup badan jalan +- 1 meter, Km 19 Tebing longsor sepanjang lebih 10 meter dan batang kayu tumbang, Km 20 Tebing Longsor menutup badan jalan sepanjang +- 6 meter.

Baca Juga  PWI dan JMSI Berkolaborasi Sukseskan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih

Untuk Penanganan longsor dan pohon tumbang di sepanjang badan jalan nasional yang menghubungkan Kerinci, Sungai Penuh Sumbar via Tapan, Polres Kerinci Bersinegi dangan TNI,BPBD, serta dinas terkait agar arus lalu lintas lancar kembali.

“Ini merupakan respon cepat kepolisian atas informasi yang didapat dari masyarakat sehingga personil kepolisian langsung segera ke TKP melakukan evakuasi pohon tumbang dan tanah longsor guna mengatasi kemacetan lalu lintas.” Ungkap Kapolres.

“Akibat Curah hujan yang mengguyur Kota Sungai Penuh sangat deras, menyebabkan beberapa pohon tumbang. Pohon yang rubuh menutupi ruas jalan sehingga menyebabkan jalanan macet,” ujar kapolres.

Saat ini, lanjut Kapolres, jalan Nasional Kerinci Sumbar via Tapan Sudah bisa adi lalui oleh kendaran baik rod dua maupun roda empat namun para pengendara di minta berhati hati karena lokasi jalan tersebut rawan longsor, mengingat kultur tanah di sisi badan jalan labil dn mudah tergerus air hingga mengakibatkan longsor.

Baca Juga  Breaking News: Jaksa Agung Mutasi Kejari Sungaipenuh, Ini Pengantinya..

“Pengendara di minta untuk hati hati melewati jalur puncak kaeran rawan longsor mengingat di sisi badan jalan banyak tebing yang curam dan tanah yang labil. ” Sebut Kapolres.

Lebih jauh lagi Kapolres menjelaskan, masyarakat diminta selalu waspada dengan adanya cuaca ekstrim akhir-akhir ini dan selalu monitor perkembangan cuaca, kedepannya kita akan membentuk sebuah tim yang beranggotakan dari TNI-POLRI, Pemerintah Daerah, Dinas PUPR, BPBD, Kesehatan, Pemadam Kebakaran, yang akan di bentuk dalam satu grup WA untuk percepatan informasi apabila ada kejadian tanah longsor di kemudian hari. ” ujar kapolres

Di waktu yang sama Kapolres Kerinci AKBP Patria Yuda Rahadian, S.I.K., M.I.K melalui Kabag Ops Polres Kerinci Kompol Samsul Bahri Pinem, S.H., M.H. Mengatakan titik longsor yang terjadi ini adalah titik Blank spot (daerah yang tidak mendapat sinyal dari menara telekomunikasi yang membatasi pengguna layanan seluler untuk melakukan komunikasi) dalam hal ini kepolisian mengatasinya dangan menyediakan nomor bantuan polisi yang bebas pulsa dengan menghubungi 110 atau bisa juga menghubungi Nomor WA 0853-6055-5222, Nomor ini juga sudah di pasang atau di tempel kan di tempat-tempat ramai yang mudah terlihat oleh masyarakat.”pungkasnya.(rco/hms)

Baca Juga  Kemenpora Terapkan Sertifikat Elektronik
block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.