Lagi, Pasien Meninggal Dalam Ambulance Terjebak Macet di Batanghari


INDOJATIPOS.COM,JAMBI- Pasien Meninggal dalam Ambulance terjebak macet di Tembesi-Sarolangun kembali terjadi, Senin (21/11/2022). Ribuan kendaraan terjebak macet, termasuk Mobil Walikota Sungai Penuh.

Kemacetan hari ini mulai dari Minggu (20/11/2022) sekitar pukul 14.00 Wib. Hingga pukul 03.34 Wib dini hari, arus lalu lintas benar-benar lumpuh di Desa Tanjung Marwo, Kecamatan Tembesi Kabupaten Batanghari Jambi.

Berbagai jenis kendaraan terjebak kemacetan termasuk truk sayuran yang dari, Kerinci, Curup Bengkulu dan Merangin terlambat sampai Kota Jambi.
Hingga pukul 09.30 Wib, pantauan awak media mendapati kemacetan masih terjadi. Terpantau BH 1 R mobil Dinas Walikota Sungai Penuh Ahmadi Zubir ikut terjebak macet.

Salah satu korban kemacetan adalah mobil ambulance yang membawa pasien dari Sarolangun.

Baca Juga  Wawako Antos Hadiri High Level Meeting dan Capacity Building TP2DD Provinsi Jambi

Pasien Meninggal Terjebak Macet

Akibat kemacetan panjang, seperti dilansir NewsLan.id pasien dalam ambulan menuju Jambi tidak bisa diselamatkan dan meninggal dunia di perjalanan.

Akhirnya mobil ambulance membawa putar arah, kembali lagi ke Sarolangun tepatnya ke rumah duka, untuk disemayamkan.

“Ya bang saya bawa pasien darurat terjebak macet juga. Akhirnya pasien tidak tertolong,” ucapnya.

”Kita bawa pulang langsung ke Sarolangun ke rumah duka” tambahnya.
Kemacetan diakibatkan oleh mobilitas kendaraan muatan batubara yang selama ini belum ada solusi akurat dari pemerintah. Antrian kendaraan makin tak terkendali, dengan jumlah armada yang mencapai 12.000.

“Sampai kapan kemacetan seperti teratasi, wahai para penguasa?” gerutu Rizal sopir mobil sayur yang terjebak di kemacetan.
“Biasanya kita sampai kota Jambi jam 3 pagi ini jam 7 pagi masih di Muara Tembesi,” tambahnya.(***)

Baca Juga  Puluhan Pelaku UMKM di Sungaipenuh Sulit Dapatkan Bio Solar
block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.