Macet di Tembesi Kian Parah, Warga Terjebak Macet Hingga 28 Jam


INDOJATIPOS.COM, JAMBI- Macet panjang kian parah di ruas jalan Tembesi menuju Sarolangun Provinsi begitu sebaliknya, macet panjang akibat ada sejumlah kendaraan truk yang mengalami kerusakan di perjalanan sehingga terpaksa terparkir di badan jalan.

Sumaini salah seorang warga Kerinci yang akan pulang dari Jambi mengatakan dirinya sudah hampir 28 jam terjebak macet di Tembesi.
“Saya dari jambi Minggu sore (20/11/2022) sekitar pukul 4.00 Wib dan sampai sekarang Senin pukul 19.30 Wib malam ini masih disini (Tembesi),” katanya.
Dia mengatakan ada ribaun mobil yang terjebak macet panjang ini. Bahkan mobil sudah empat lapis berada di ruas jalan.

“Ya kita tidak bisa bergerak, mau maju dan mundur dak biso, jadi terpaksa bertahan ditengah macet,” sebutnya.
Ia berharap Pemerintah Provinsi Jambi dan pihak kepolisian untuk segera turun dan mengatasi kemacetan panjang ini.
“Jika Pemprov cepat tanggap, tidak akan terjadi kemacetan seperti ini, kasihan mereka yang ingin kerja dan mempunyai urusan penting harus terjabak macet lama,” tutupnya.

Baca Juga  Wawako Antos Hadiri High Level Meeting dan Capacity Building TP2DD Provinsi Jambi

Berdampak Pada Pengunjung Wisata

Pasca sejak satu tahun kemacetan diruas jalan Sarolangun-Jambi berdampak pada pengunjung Objek wisata Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh sepi. Hal ini dikatakan oleh Miko pemerhati Wisata Sungaipenuh-Kerinci.

“Hampir setahun kemacetan di ruas Jalan Kota Jambi-Sarolangun terjadi macet. Tentu pengunjung wisatawan dari Kabupaten/kota di Jambi enggan pergi ke Kerinci-Sungaipenuh,”ungkapnya.

Hal ini, Miko meminta Gubernur jambi segera cepat atasi kemacetan truk batu bara. “Gubernur harus segera bertindak mencari jalan alternatif dan juga cek lagi izin-izinnya tambang. Kita dapat informasi ada tambang tidak mempunyai izin,” tandasnya.(rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.