Puluhan Pelaku UMKM di Sungaipenuh Sulit Dapatkan Bio Solar


Pelaku UMKM Minta Pertamina Tambah Pasokan

INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh– BBM Subsidi Jenis Bio Solar di Kota Sungai dan Kerinci sepekan terakhir sulit didapatkan oleh para pelaku UMKM. Bahkan, ada Pelaku UMKM terpaksa tidak melakukan aktivitas produksi beras. Karena mendapat BBM Solar di sejumlah SPBU harus bergiliran, dengan alasan pasokan Solar sedikit.

Herdanus, pelaku UMKM Rice Miling di Desa Koto Dumo Tanah Kampung Kota Sungaipenuh kepada awak media, Sabtu (26/11/22) mengatakan, kebutuhan BBM Bio Solar untuk mesin penggiling padi miliknya hanya mendapat 1 galon 30 liter dalam dua hari satu kali. Namun, kebutuhan itu tidak tercukupi.

Tidak hanya itu, Roma pemilik Rice Miling di Desa Mekar Jaya Tanah Kampung Kota Sungaipenuh juga mengeluh, ia mendapat pasokan BBM Solar dari sebuah SPBU hanya mendapat 1 galon. Sementara kebutuhan mesin rice miling dan kendaraan operasionalnya 2 galon satu hari.

Baca Juga  Dihadiri Wako Ahmadi, Pelantikan Pengurus PWI Kota Sungaipenuh Berlangsung Sukses

Roma juga mengatakan, jika kebutuhan solar tidak terpenuhi. Maka berdampak pada produksi besar. Hal tersebut, tentu harga besar bisa naik. Sedangkan permintaan besar di kabupaten dan provinsi Tetangga berasal dari Sungaipenuh.

Terpisah, Suratmen pemilik Rice Miling di Desa Mekar Jaya Tanah Kampung mengakui, hari ini Sabtu 26 November 2022 terpaksa tidak produksi beras. karena Pasokan Bio Solar dari SPBU Pelayang Raya tidak mendapat jatah.

Untuk diketahui, jika para pemilik rice miling tidak mendapat pasokan BBM Bio Solar, tentu berdampak besar pada harga beras di pedagang. Karena pasokan beras dari sejumlah rice miling sedikit.

Tentu hal ini, diminta kepada Pertamina dan instansi terkait mengambil Langkah secepatnya dengan menambah pasokan BBM Bio Solar di Sejumlah SPBU yang menyalurkan BBM untuk UMKM di Kota Sungai Penuh-kerinci.

Baca Juga  Kasus Percobaan Penculikan Anak di Sungaipenuh Dilapor Ke Polisi, Ini Keterangan Kapolsek

Hal ini, pihak instansi harus mengetahui, dimana Kota Sungai Penuh-Kerinci merupakan surplus panggan khususnya produksi beras terbesar di Provinsi Jambi.

Kota Sungaipenuh-Kerinci merupakan daerah pertanian yang membutuh BBM Subsidi yang sangat tinggi dan beda dengan daerah lain memiliki pertambangan dan perkebunan sawit.

Sementara data yang dihimpun, disalah satu SPBU Kota Sungaipenuh pasokan BBM Bio Solar dalam satu hari hanya mendapat jatah 8 ton. Sementara kebutuhan tersebut hanya untuk memenuhi truk angkutan dan travel. Sedangkan untuk melayani UMKM Rice Miling sebanyak 68 Rice Miling dengan membutuhkan 3-4 galon perhari. (rco/jny)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.