Bahaya! Ini Dampak Bullying Terhadap Korban, Pelaku Perlu Konseling Psikologis


INDOJATIPOS.COM— Bullying, ternyata berdampak sangat besar bagi anak. Karena efek Bullying menyebabkan psikosomatis dan psikologis yang memicu gangguan kesehatan fisik dan banyak lainnya.

Afifah Hana Wahyuni M.Psi., Psikologis klinis asal Kota Sungaipenuh di wawancara khusus oleh media indojatipos.com, ada empat pertanyaan diajukan, salah satunya, apa dampak Bullying Bagi Anak?

1. Munculnya masalah psikologis bagi korban,
Munculnya rasa sedih, rendah diri, kesepian, serta hilangnya minat pada hal yang biasa mereka sukai, serta perubahan pada pola tidur ataupun pola makan.

Efek bullying juga kemudian akan menyebabkan gejala psikosomatis, diantaranya masalah psikologis yang memicu gangguan pada kesehatan fisik.

2. Munculnya masalah fisik
Bullying juga akan menyebabkan anak mengalami gangguan pencernaan Bukan hanya pada memar ataupun rasa terluka akibat kekerasan fisik yang dialaminya, korban bullying juga sering mengalami kecemasan yang kemudian akan memicu stres pada tubuh.

Baca Juga  Bergerak Cepat, Dinas PUPR Provinsi Jambi Tinjau Sawah Tertimbun Lahar Dingin Gunung Kerinci

3. Munculnya Gangguan Tidur
Dampak negatif bullying kemudian juga terlihat jelas ialah gangguan tidur. Para korban bullying juga sering kali mengalami kesulitan untuk tidur yang nyenyak.

4. Memiliki pikiran untuk bunuh diri

5. Sulit bergaul dengan lingkungan sekitar

6. Gangguan Prestasi

7. Sulit percaya pada orang lain

Clik link dibawah ini, penyebab Bullying..

https://www.indojatipos.com/2022/12/11/afifah-hana-wahyuni-m-psi-psikolog-penyebab-bullying-ada-4-faktor-ini-dia/

BAGAI MANA SOLUSINYA?

Psikolog Afifah Hana Wahyuni juga memberikan solusi saran bagi untuk keluarga korban bullying. Bahkan, untuk orang tua para pelaku bullying.

1. Dengarkan serta pahami apa yg dirasakan oleh anak.
2. Bantu anak untuk merasa fokus merawat dirinya sendiri serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
3. Ajak anak melakukan konseling dengan profesional terkait malasah psikologisnya.
4. Ingatkan anak bahwa ia kemudian balas dendam tak akan membuat mereka merasa lebih baik.
5. Ajak anak juga akan melakukan kegiatan atau pergi ke berbagai tempat yang disukainya.
6. Buat anak merasa berarti Pastikan anak untuk mendapat dukungan dari keluarga dan teman.
7. Perlu adanya konseling psikologis untuk pelaku bulliying.

Baca Juga  Pengedar Sabu yang Resahkan Warga Siulak Ditangkap Polisi

“Sebagai Langkah Cepat korban harus mendapatkan dukungan psikologis awal dari Keluarga terdekatnya. Terlebih dahulu, serta tidak selalu disalahkan Atas kejadian Yang sudah di alami oleh korban,” ungkap Psikolog Afifah.

“Juga untuk Pelaku tidak Selalu untuk disalahkan atas perilaku yang sudah Ia Lakukan tersebut, pelaku juga Bisa segera mendapatkan Konseling dari Pihak sekolah, serta bisa menerima Konsekuensi dari apa yang sudah ia Lakukan,” jelasnya.

II Bersambung…
.
Laporan khusus: Riko Pirmando-indojatipos.com

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.