Terbukti Pemalsuan Dokumen, Status Kelulusan PPPK 2023 Bisa Dicabut


INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh- Pengumuman kelulusan PPPK 2023 telah diumumkan, baik untuk pelamar PPPK teknis, tenaga kesehatan, maupun guru. Namun, penting untuk Anda waspada karena ada kemungkinan bahwa status kelulusan Anda dapat dibatalkan.

Tentunya, hal ini tidak diharapkan oleh para pelamar, terutama setelah merasa gembira dengan pengumuman kelulusan awal namun akhirnya harus menghadapi pembatalan status kelulusan.

Kepala BKPSDM Kota Sungai Penuh Ninas Pastian Ketika dikonfirmasi indojatipos.com terkait adanya dugaan peserta lulus PPPK Kota Sungaipenuh 2023 memalsukan dokumen persyaratan seperti SK, SPMT itu bisa dibatalkan. “Jika terbukti dokumennya dipalsu bisa dibatalkan, “ kata Nina Pastian, Kamis (28/12).

Untuk Diketahui, Peserta yang sudah dinyatakan lulus pada setiap tahap seleksi (pendaftaran, seleksi, administrasi, seleksi kompetensi, dan pengumpulan berkas untuk pengusulan Nomor Induk), jika di kemudian hari terbukti melakukan pemalsuan dokumen atau tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan, akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan kelulusannya akan dibatalkan, menyebabkan peserta dianggap gugur atau tidak lulus.

Baca Juga  BRI Sungai Penuh Lakukan Eksekusi Sesuai Ketentuan

Berdasarkan Peraturan MenPAN RB Nomor 14 Tahun 2023 tentang Pengadaan PPPK untuk Jabatan Fungsional, dijelaskan dalam beberapa pasal mengenai pembatalan kelulusan PPPK.
Dalam Pasal 38 dijelaskan bahwa:
1. Panselnas berhak membatalkan hasil akhir seleksi PPPK jika penyelenggaraan tidak sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh instansi Pemerintah masing-masing.
2. Apabila terjadi pembatalan hasil akhir seleksi PPPK, instansi pemerintah diberikan kesempatan untuk mengulang seleksi PPPK setelah mendapat persetujuan dari Menteri.
Dalam Pasal 39 dijelaskan bahwa:
1. Jika seorang pelamar telah dinyatakan lulus oleh PPK namun kemudian:
• – Mengundurkan diri
• – Dianggap mengundurkan diri karena tidak menyampaikan kelengkapan dokumen dalam batas waktu yang ditentukan
• – Terbukti kualifikasi pendidikannya tidak sesuai dengan yang telah ditetapkan oleh Menteri
• – Tidak memenuhi persyaratan lainnya
• – Meninggal dunia.

Baca Juga  Terkait Aksi Demo, BRI Sungai Penuh Tegaskan Telah Lakukan Eksekusi Sesuai Ketentuan

Berita sebelumnya, terendus peserta PPPK yang melamar formasi guru dan lulus dengan honor kurang dari 2 tahun. Sementara itu, tenaga kesehatan wajib terdaftar di Aplikasi SDMK (Sumber Daya Manusia Kesehatan) milik Kemenkes RI yang wajib mutlak mengikuti PPPK.
Informasinya, Inisial E peserta PPPK yang lulus formasi khusus perawat di Puskesmas Tanah Kampung Kota Sungaipenuh diduga tidak memiliki surat SK/SPMT (Surat Pernyataan Melaksanakan Tugas) asli yang dikeluar langsung oleh Kepala Puskemas Tanah Kampung 18 Maret tahun 2019. Mantan Kapus Puskesmas Tanah Kampung itu sendiri mengaku tidak ada mengeluarkan surat tersebut.

“Ini bukan tandatangan kita, (yang betul tandatangan warna Hitam) dan SPMT itu tidak boleh lah orang lain tandatangan. Saya jugo tidak pernah mengizinkan siapa pun untuk meniru tanda tangan kami saat kami menjabat sebagai kepala puskesmas Tanah Kampung,” kata Zubir mantan Kapus Tanah Kampung.

Baca Juga  BRI Sungai Penuh Lakukan Eksekusi Sesuai Ketentuan

Sementara itu, salah satu peserta PPPK Guru kepada media mengungkapkan adanya kejanggalan peserta yang lulus PPPK Formasi guru.
Pasalnya, dia mencium ada oknum yang tidak pernah honor bisa lolos PPPK.
“Kita sudah tahu orangnya. Masa iya honor tidak pernah dan kurang dua tahun sudah memperoleh depodik. Ini kan aneh. Kami sudah belasan tahun honor dan nilaipun tinggi tidak lulus,” ujar salah seorang peserta PPPK Kota Sungai Penuh kepada wartawan.(rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.