Bersama Gubernur Al Haris, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sungai Penuh Serahkan Santunan Jaminan Kematian (JKM)


INDOJATIPOS.COM, Sungai Penuh— BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sungai Penuh memberikan Santunan kematian untuk kepesertaan Bantuan Kematian Bersifat Khusus (BKBK) kepada 9 ahli waris peserta JKM, bertempat di aula Walikota Sungai Penuh, Sabtu (16/3/2024).

Penyerahan santunan JKM program BKBK tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris, Didampingi Walikota Sungaipenuh Ahmadi Zubir, Pj Bupati Kerinci Asraf, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Seto Tjahjono, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Muaro Bungo Muhammad Rifai Siregar dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sungai Penuh Edward Elza.

Adapun alokasi dana BKBK sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi Jambi No.16 Tahun 2022 ini diberikan kepada Masyarakat Miskin Ekstreme sebagai bentuk kepedulian pemerintah Provinsi Jambi untuk melindungi masyarakat di Provinsi Jambi. Bukti nyata dari manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta BKBK dirasakan secara langsung oleh 9 ahli waris terdiri dari 6 dari Kota Sungaipenuh dan 3 dari Kabupaten Kerinci.

Baca Juga  BRI Sungai Penuh Lakukan Eksekusi Sesuai Ketentuan

Penerima bantuan BKBK diantaranya, Rosmaniah ahli waris alm Nasir, Haryani ahli waris dari alm Aldi, Winda Puspita Sari Ahli Waris alm Heri, Nadia Ulandari ahli waris alm Maspayatim, Budi ahli waris alm Ratna,Elmiati ahli waris alm Idham Khalik BKBK kota sungai penuh.

Tiga penerima BKBK dari Kabupaten Kerinci yakni Dini Wahyuni ahli waris alm Murhadi, Masthura ahli waris alm Mainoferi dan Sandera Peni ahli waris alm Zahara, masing-masing menerima JKM sebesar Rp42 Juta.

Gubernur Jambi, Al Haris mengatakan, bukti nyata dari manfaat BPJS Ketenagakerjaan kepada peserta BKBK dirasakan secara langsung oleh ahli waris.

“Manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan sangatlah luar biasa, diantaranya apabila terjadi kecelakaan kerja, pekerja mendapatkan perawatan tanpa batas biaya, santunan kematian Rp 42 juta serta beasiswa pendidikan anak ahli waris dari Taman Kanak-kanak sampai perguruan tinggi senilai maksimal Rp 174 juta,” ungkapnya.

Baca Juga  Terkait Aksi Demo, BRI Sungai Penuh Tegaskan Telah Lakukan Eksekusi Sesuai Ketentuan

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Sungaipenuh Edward Elza menambahkan, program BKBK ini merupakan kolaborasi yang baik antara BPJS Ketenagakerjaan dengan Pemerintah Provinsi Jambi dengan melindungi masyarakat miskin ekstreme ke dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

“Program merupakan bentuk aksi nyata negara atau pemerintah daerah melalui program Gubernur Jambi hadir untuk melindungi pekerja,” imbuhnya.(rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.