690 Ribu Uang Perpisahan MTSN 1 Kerinci Dikeluhkan, Walimurid: Dimana Cari Uang, Kami Buruh Tani


INDOJATIPOS.COM, Kerinci— Sejumlah wali murid MTS Negeri 1 Kerinci curhat ke indojatipos.com tentang soal Uang Perpisahan yang sangat besar dibebakan kepada setiap siswa.

Salah seorang wali murid MTS Negeri 1 Kerinci mengatakan, setiap siswa kelas 3 MTS Negeri 1 Kerinci harus membayar uang perpisahan senilai Rp Rp 690 ribu/siswa.

“Anak kami kelas 9 atau kelas 3 MTS N 1 Kerinci dipaksa iuran oleh pihak sekolah untuk biaya perpisahan yang jumlah nya sangat besar 690.000 ribu. Jumlah itu sangat besar, rato rato kami hanya bekerja sebagai petani, dari mana kami cari uang,” ujar salah seorang walimurid kepada indojatipos.com, Jumat (27/5/2024)

Ia mempertanyakan, uang sebanyak itu harus wajid dibayar, karena untuk tenda, nasi bungkus, orgen.

Baca Juga  Peduli Petani, Pengamat: Ezi Kurniawan Figur Milenial Patut Diperhitungkan di Pilkada Kerinci 2024

“Anak kami untuk Idak Samo perpisahan tapi dipaksa jugo wajib bayar sebanyak itu. Jumlah siswa kelas 3 Bae 91 orang, belum lagi bantuan kelas 1 dan 2 ikut bayar ugo dihitung sampai 80 juta Galo masuk kelas 1 dan 2 jumlah iuran nya nyado nian masuk akal pak,” bebernya.

Terkait keluhan tersebut, Hasminiyeti Kepala MTS Negeri 1 Kerinci yang merupakan dibawah naungan Kemenag Kerinci itu dikonfirmasi pungutan yang dikeluhkan walimurid. Namun, Hasmini belum memberikan tanggapan, bahkan di whatsApp tidak dibalas.

Sementara itu, Kasi Madrasyah Kemenag Kerinci Muzila dikonfirmasi soal tersebut mengatakan, pihak akan melakukan konfirmasi ke kepala sekolah.

“Kita tanya dulu, apakah itu hasil Rapat Komite dengan walimurid, apa tidak. Saya lagi ada dinas luar daerah,” kata Muzila.

Baca Juga  Peduli Petani, Pengamat: Ezi Kurniawan Figur Milenial Patut Diperhitungkan di Pilkada Kerinci 2024

Yudi Herman, pemerhati pendidikan sangat menyayangkan uang perpisahan sebanyak 690 samgatlah besar dibebankan ke siswa.

Menurutnya, kondisi saat ini pasca pendemi biaya hidup sekarang sangat tinggi, apalagi tidak semua orangtua walimurid mampu rata rata pekerja buruh petani.

“Ekononi sekarang sulit, ditambah lagi semuanya mahal. Apalagi dibebankan kepada orang siswa harus membayar uang perpisahan Rp 690 ribu,” ucapkan. Seraya, pihaknya minta instansi terkait, Kemanag Kerinci turun tangan soal tersebut.(rco)

block ID 8719 : indojatipos.com
     

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.